Purworejo, 20 September 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para santri Ponpes Al-Iman Bulus, tercinta. Tim hadroh pondok kita sukses meraih Juara 2 dalam ajang Festival Rebana Habsyi Nasional yang digelar pada Sabtu, 20 September 2025 di Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang.
Lomba hadroh ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya Islam melalui seni shalawat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pesantren dan pelajar dari berbagai daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dalam berdakwah melalui media seni.
Kriteria Penilaian
Dalam perlombaan yang bergengsi ini, kualitas penampilan setiap peserta akan diukur secara teliti melalui tiga aspek utama dengan pembobotan yang telah ditetapkan secara ketat. Berikut adalah ketiga kriteria tersebut:
- Vokal : 40%
- Aransemen : 30%
- Penampilan : 30%
Upaya Tim dalam Mempersiapkan Diri
Pada sesi wawancara, Wildan Abdillah selaku ketua tim hadroh membagikan kisah perjuangan mereka dalam mempersiapkan diri menjelang lomba. “Kami memaksimalkan waktu sebaik mungkin untuk latihan dan evaluasi. Kami juga melakukan beberapa kali rekaman audio guna menunjang proses evaluasi.”
Ia juga mengakui bahwa menyatukan waktu latihan di tengah padatnya jadwal santri bukan hal yang mudah. Namun, dengan komitmen yang kuat, seluruh anggota tim berusaha hadir di setiap sesi latihan. “Kami punya target: bukan hanya menang, tapi bisa tampil maksimal membawa nama baik pondok,” tambahnya.
Suasana Lomba: Antusiasme, Tantangan, dan Cerita Tak Terlupakan
Tim hadroh mengaku merasa sangat antusias dan tertantang karena ini adalah lomba tingkat nasional yang diikuti oleh peserta profesional dari berbagai daerah. Namun, di balik penampilan yang memukau, tersimpan banyak kisah menarik selama perjalanan menuju lomba.
“Kami merasa antusias dan tertantang karena ini adalah lomba tingkat nasional. Banyak peserta yang sudah sangat berpengalaman. Tapi yang paling kami ingat justru momen-momen menjelang lomba,” ujar salah satu anggota tim.
Beberapa kejadian lucu sekaligus menegangkan turut mewarnai perjuangan mereka, mulai dari bangun kesiangan, vokalis utama yang sedang serak, kemacetan di jalan, hingga insiden lupa memfotokopi persyaratan peserta. Bahkan, mereka sempat harus tampil lebih cepat karena ada grup lain yang mengundurkan diri.
“Rasanya campur aduk antara gugup, panik, tapi juga lucu kalau diingat sekarang,” tambahnya sambil tertawa.